Sejarah Pemusuhan The Jakmania dan Viking

Posted: 26 Desember 2012 in Sport

528311_345661055468998_817271551_nPermusuhan Persija dan Persib sejak tahun 2000(Liga Indonesia ke6). Di putaran 1 sekitar 6 buah bis supporter Persib(Balad Persib,Jurig,Stone Lovers,ABCD,Viking,dll datang ke Lebak Bulus dan masuk ke tribun timur.  Saat itu yang terbesar adalah Balad Persib. Meska sempat nyaris terjadi gesekan dengan The Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas.

Justru supporter Persib bergerak kea rah The Jakmania tuk berjabat tangan, aku inget banget yel-yel supporter Persib tuh ABCD(Anak Bandung Cinta Damai).Selesai pertandingan supporter Persib juga di dampingi The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung.

Penerimaan The Jakmania membuat Viking berniat mengundang mereka ke Bandung saat putaran ke2. Dialog berlangsung lancar karena seorang pengurus The Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan erat Erwan dengan Ayi Beutik juga akrab banget.Sampai-sampai Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya untuk mengundang dan menyambut The Jakmania di Bandung meski Viking sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.

The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus Cuma di Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh The Jakmania yang memang sudah punya niat juga tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara umum TheJakmania yaitu sdr Faisal dan sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai tiket sampai tribun The Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung jadi tempat kostnya buat kumpul the Jakers disana.

Karena TheJakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yg jadi masalah anggota The Jakmania sendiri , banyak anggota yang bandel daftar pada hari Hnya. Jumlah yang tadinya hanya 400 orang berkembang jadi 1000 orang lebih. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang,itu juga terpecah jadi 3 rombongan. Satu bis berangkat dulu karena akan ganti ban. Di susul 4 bis kemudian dan terakhir 4 bis tambahan. Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah akan dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangiakibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan The Jak tuk hadir di pertemuan tim dan supporter. Faisal,Danang, dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua panpel, dan Ketua keamanan. Mereka semua juga menjamin bahwa The Jakmaniaakan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang aku tahu dari tim Advance The Jakmania.

1 bis pertama tiba di Stadion SIliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Hal yang di khawatirkan terbukti, perlahan tapi pasti banyak bobotoh nyamperin The Jak dengan sikap tidak simpatik. Melihat gelagat buruk itu Viking minta The Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil nunggu rombongan berikutnya, aku dan beberapa rekan The Jakmania ada yang melaksanakan shalat ashar dulu. Ketika selesai shalat, rekan-rekan The Jakmania mendapat pukulan sana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini The Jakmania kembali di ungsikan menjauh dari stadion.

Rombongan besar 8 bis akhirnya tiba juga. Tapi sudah terlambat karna stadion sudah penuh sesak. Panpel memang kelihatan salting dan berusaha mengumpulkan dari calo-calo yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap The Jakmania.aku sempet menenangkan dan cekcok dg bobotoh yg ngambil paksa kacamata anggota The Jak. Bobotoh itu bilang kesel sama anak Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di lebak bulus. Bobotoh tidak mau tahu kalo Persijatim beda dengan Persija. Seingatku kejadian ini sempat di rekam foto oleh wartawan dari tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.

Aku lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama The Jakmania yang dateng duluan dan ngajak mereka tuk gabung dengan rombongan besar. Disana aku dan panpel minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Namun kondisi ini tidak bisa di terima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka tidak mau berjabat tangan dengan aku dan 2org  Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.

Ketika rombongan hendak pulang, tiba-tiba The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini tidak bisa di terima oleh The Jakmania. Sudah gak bisa masuk diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka(oknum bobotoh).bentrokan mengakibatkan kaca-kava mobil pecahakibat lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang keributan mereda dan rombongan beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.

Sejak itu api dendam berkobar di kedua pihak. Puncaknya di acara kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini di prakasai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih jadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia. Sayang bentrokan ga bs dihindari. Bukanku memihak tapi memang Viking yang memulai dengan neriakin yel-yel “Jakarta Banjir”. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik.

Letak Indosiar yang di Jakarta jadi gak heran pelan-pelan berdatanganan para supporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung di ungsikan menggunakan truk polisi. Namun kejadian ini ternyata dah tersebar luas kemana-mana akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol kebon jeruk.

Aku juga heran gimana Viking menyatakan kalo hadiahnya kuis dirampok The Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah itu pun sampe skrng gk Viking terima. Saat itulah nama The Jakmania menjadi buruk. Dimata media The Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini ini sudah terbentuk dan masyarakat Bandung juga ikutan menghujat, sementara ini Jakarta menyayangkan.

Sejak itu Viking berkembang pesat jadi supporter dominan di Bnadung. Mereka terus menebarkan kebencian ke The Jak dengan mengeluarkan kaos-kaos dan lagu-lagu yang bersifat menghujat The Jak. The Jakpun membalasnya dengan cara sama.

Sikap ini justru malah mengobarkan kebencian supporter Persija terhadap Viking. Sehingga The Jakers banyak yg benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya tapi karenagak suka dikata-katain terus. Belakangan komdis mengeluarkan larangan akan hal seperti ini.TERLAMBAT! dan penerapannya juga gk konsisten.

Sebetulnya ada juga pihak-pihak yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan The Jakmania dan Viking di Bandung. Tapi pertemuan itu buntu karena tidak ada niat untuk berdamai.

Semakin banyak Viking yang masuk website The Jakmania menyebar kebencian, semakin besarlah kebencian The Jak ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik bilang tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.

Sekarang permusuhan ini menjadi warna tersendiri di Sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sbg inspirasi dalam filmnya berjudul ROMEO & JULIET. Di tengah perseteruan ini justru Viking kompak untuk menolak film ini dengan dengan alasan masing-masing. Ketua Viking didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sebaliknya di Jakarta meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi hamper semua bioskop di Jabodetabek dipenuhi oleh The Jakmania yang tak sabar menanti film ini.

Itulah asal mulanya ini di kutip oleh seorang Pejabat Viking yang beberapa waktu lalu menyampaikan di salah satu fp.aku gk suka dengan Viking yg sinis dgn The Jakmania atau sebaliknya. Mereka tidak tahu apa-apa bisanya Cuma menghakimi saja. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru berfikir dan mencari solusi. Kalo kalian Tanya ke aku masih ada gk kemungkinan damai? Jawabannya BOMAT!(BODO AMAT). Ngapain mikirin? Bagiku damai itu bukan kata benda tapi kata kerja jadi gk usah banyak bacot yang penting KOMITMEN !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s